Home

Tugas 1 Softskill : Ekonomi Koperasi

October 20, 2015

Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi





Pada postingan blog saya kali ini, saya ingin membahas mengenai seandainya saya menjadi seorang Menteri Koperasi. Well, to be honest, I never dreamt about becoming a minister one day. Tapi, tidak ada salahnya sekali-sekali berkhayal untuk menjadi seorang menteri.  Maybe later i’ll become one of a minister in Indonesia’s Government.

            Sebelum saya menceritakan khayalan saya, saya akan memberi gambaran sedikit mengenai apa sih koperasi itu? Tujuannya apa aja? Lalu jika sudah menjadi Menteri Koperasi nanti, tugas yang harus kita lakukan apa saja? So, check it out :)

            Koperasi merupakan suatu kumpulan orang orang yang memiliki tujuan yang sama dengan cara bekerja  sama dengan membentuk organisasi  tujuannya untuk mensejahtrakan para anggotanya. Lalu tugas menteri koperasi sendiri yaitu menyelenggarakan urusan di bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Bisa dilihat dari tugas yang dibebankan kepada seorang menteri koperasi, sungguh tidaklah mudah untuk menjadi seorang menteri koperasi (sebenarnya tidak hanya dibidang koperasi) Semakin menjadi beban setelah tujuan awal koperasi yang awalnya menyejahterakan anggotanya, namun tujuan itu kini semakin tidak terarah. Lalu sekarang ini, banyak orang yang underestimate mengenai koperasi. Banyak yang berfikiran bahwa koperasi itu sudah jadul sehingga makin sedikit saja orang-orang yang ingin menjadi anggota sebuah koperasi.

            Selain dikarenakan pandangan sebelah mata orang-orang mengenai koperasi, koperasi di Indonesia sendiri sulit berkembang. Koperasi sulit berkembang dapat dikarenakan oleh banyak faktor, misalnya pada masalah SDM yang kurang berkualitas. Pada pedesaan misalnya. Kita tahu bahwa kualitas SDM di daerah pedesaan pada umumnya rendah. Namun, tetap saja kepengurusan SDM tersebut diserahkan oleh orang-orang setempat yang belum diketahui kemampuannya dalam mengurus koperasi. Sehingga mengakibatkan perkembangan koperasi tersebut berjalan lambat. Lalu faktor yang lain misalnya masalah pendanaan. Orang-orang lebih senang memberikan uang yang mereka punya untuk mendanai usaha lain yang dirasa lebih bonafit dibandingkan koperasi. Akhirnya, dana yang seharusnya bisa masuk untuk mengembangkan koperasi menjadi berkurang dan  perkembangan koperasi tersebut pun tersendat.

              Dari beberapa faktor penyebab mengapa orang beralih dari koperasi yang sudah saya sebutkan diatas, saya memiliki beberapa hal yang akan saya lakukan jika saya menjadi Menteri Kopearsi kelak. Hal-hal tersebut antara lain :

1.      Mengubah pandangan masyarakat mengenai koperasi. Pandangan dimana koperasi hanya diurus oleh orang-orang yang sudah tua, koperasi yang hanya menyediakan dan menjual barang-barang yang itu-itu saja dan bahkan pandangan yang menganggap membeli barang di koperasi tidaklah cool. Mengubah cara pandang ini tidaklah mudah, namun tetap bisa diusahakan. Misalnya merubah sedikit konsep koperasi  dengan mengadaptasi konsep-konsep yang lebih bisa diterima masyarakat saat ini. Misalnya, memberikan sedikit sentuhan baru pada koperasi-koperasi yang berada di pedesaan dengan sedikit sentuhan yang lebih modern. Tidak perlu merubah seluruh identitas asli dari koperasi yang sudah ada. Namun sedikit beradaptasi dengan yang sudah ada dan yang terbukti dapat leih erkembang tidak ada salahnya, bukan?
2.      Memperbaiki kualitas SDM dan juga menyusun ulang anggota-anggota kepengurusannya. Saya akan memperkerjakan orang yang benar-benar mengerti mengenai koperasi, tidak hanya asal tunjuk dikarenakan orang tersebut terkenal atau apapun. Lalu juga memberikan pembinaan kepada SDM yang dirasa memiliki kualitas yang rendah agar mampu bersaing kedepannya
3.      Menganggarkan lebih banyak dana untu lebih mengembangkan koperasi dan jika perlu, menghidupkan kembali koperasi-koperasi yang sudah ’mati’. Mengapa meghidupkan kembali koperasi yang sudah ‘mati’? sebenarnya, kita bisa saja membentuk koperasi-koperasi baru. Namun itu akan memakan banyak dana karena semuanya harus dikerjakan dari dasar. Sedangan koperasi yang sudah’mati’ tersebut, sudah mempunyai dasar yang dirasa baik sehingga hanya memerlukan suntikan dana agar koperasi tersebut dapat berjalan kembali.
4.       Membentuk badan yang bertugas untuk memonitor perkembangan koperasi di setiap daerah. Dengan adanya badan tersebut, saya berharap agar sirkulasi uang yang ada di dalam koperasi tersebut berjalan dengan lancar
5.      Banyaknya pesaing yang ada didunia usaha menuntut koperasi untuk terus meningkatkan kreatifitas, produktifitas, dan inovasi dalam menciptakan produk-produk yang dapat diterima masyarakat. Pengelolaan intern koperasi sangat dibutuhkan, karena dari rencana-rencana yang dibuat oleh para pengurus dan pengembangan koperasi itulah yang menjadi tugas yang harus dilakukan oleh koperasi. Tetap menjual produk-produk hasil daerah merupakan salah satu rencana yang baik, karena diharapkan mampu meningkatkan pendapatan koperasi yang bersangkutan, serta meningkatkan pendapatan daerah yang berasal dari bidang pariwisata.

Begitulah kurang lebih yang akan saya lakukan jika seandainya saya menjadi seorang Menteri Koperasi. Saya berharap semoga koperasi di Indonesia dapat lebih berkembang lagi, dan tetap dengan tujuan utamanya, yaitu menyejahterakan anggota-anggotanya. Namun hal-hal diatas tidak akan dapat berajalan sebagaimana yang sudah direncanakan tanpa adanya rasa gotong royong di dalam masyarakat. Rasa gotong royong untuk lebih menhidupkan koperasi, dan tentunya rasa gotong royog untuk hidup lebih sejahtera.

Tugas 8

May 05, 2015

Industri




Industri berasal dari Bahasa Latin Industria yang memiliki arti kerajinan.Secara umum, industri adalah segala aktivitas manusia dalam bidang ekonomi yang menghasilkan barang dan atau jasa. Secara khusus, Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, teremasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. (UU No.5 tahun 1984)
Berbagai jenis industri dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi industri berikut ini didasarkan pada :

Berdasarkan SK Menperin No 19 M/SK/1986

  • Industri Kimia Dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Contoh : industri kertas, semen, pupuk, selulosa dan karet.
  • Industri Mesin Dan Logam Dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau barang setengah jadi. Contoh : industri elektronika, mesin, pesawat terbang, perkakas, alat berat.
  • Aneka Industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen. Contoh : industri pangan, tekstil, kimia dasar, aneka industri bahan bangunan.
  • Kelompok Industri Kecil, yaitu industri dengan modal kecil atau peralatan yang masih sederhana. Contoh : industri rumah tangga.

Berdasarkan Tempat Bahan Baku

  • Industri Ekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku langsung dari alam.
  • Industri Nonekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku dai industri lain.
  • Industri Fasilitataif, yaitu industri yang berupa pelayanan jasa kepada masyarakat.

Berdasarkan Modal

  • Industri Padat Modal, yaitu industri dengan modal besar dan banyak menggunakan tenaga mesin.
  • Industri Padat Karya, yaitu industri yang memerlukan banyak tenaga manusia.

Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

  •  Industri Rumah Tangga, yaitu industri yang karyawannya < 5 orang.
  • Industri Kecil, yaitu industri yang karyawannya 5-19 orang.
  • Industri Sedang/Menengah, yaitu industri yang karyawannya 20-99 orang.
  •  Industri Besar, yaitu industri yang karyawannya > 100 orang.

Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

  • Market Oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada pasar (konsumen).
  • Power Oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada tenaga kerja.
  • Supply Oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada tempat pengolahan.
  • Raw Material Oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada bahan baku.
  •  Footloose Oriented Industry,  yaitu industri yang tidak berorientasi pada hal-hal tersebut di atas.

Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya

  • Industri Hulu, yaitu industri yang mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi.
  • Industri Hilir, yaitu industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi.

Berdasarkan Produktifitas Perorangan

  • Industri Primer, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.
  • Industri Sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut
  • Industri Tersier, yaitu industri yang bergerak di bidang jasa.
  • Industri Kwartier, yaitu industri jasa yang berbasis teknologi tinggi.

Berdasarkan Pengelolaannya

  • Industri Rakyat, yaitu industri yang diusahakan oleh rakyat.
  • Industri Negara, yaitu industri yang diusahakan oleh negara dan umumnya merupakan BUMN.

Berdasarkan Asal Modal

  • PMPD (Penanaman Modal Dalam Negeri), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal dalam negeri oleh pemerintah atau pengusaha nasional.
  • PMA (Penanaman Modal Asing), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal asing.
  • Patungan (Joint Venture), yaitu industri kerjasama antara swasta nasional dengan swasta asing.

Berdasarkan Hasil Produksi

  • Industri Berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin dan alat produksi.
  • Industri Ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang jadi atau barang yang siap pakai dan langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

Persaingan yang terjadi di dunia perindustrian mengakibatkan setiap negara harus meningkatkan daya saing industrinya dengan industri di negara lain. Upaya-upaya dalam meningkatkan daya saing di bidang perindustrian antara lain :
Pertama, Pertama, restrukturisasi Industri. Langkah ini terkait dengan pemanfaatan teknologi yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan melalui restrukturisasi permesinan atau peralatan produksi yang lebih eco-friendly. Misalnya pada industri tekstil dan alas kaki, industri gula, serta industri pupuk. Kedua, menjamin kecukupan bahan baku yang terkait dengan pengembangan industri hulu seperti industri gas, kimia dasar, dan logam dasar. Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui fasilitasi pembangunan unit pelayanan teknis (UPT) untuk mendukung pelatihan dengan keahlian khusus di bidang industri. Keempat, perbaikan pelayanan publik melalui birokrasi yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Lalu menurut pendapat saya, sektor yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi disuatu negara yaitu terdapat pada sektor industri manufaktur. Contoh dari industri manufaktur sendiri yaitu industri makanan dan minuman, industri obat-obatan, industri pakaian, industri otomotif dll. Lalu sektor industri kedua yang menurut saya memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi negara yaitu industri perdagangan




Sumber :

Tugas 7

Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi




Pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan pendapatan (PDB) tanpa mengaitkannya dengan tingkat pertambahan penduduk. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi memiliki beberapa sifat antara lain :

  1. Kenaikan output secara berkesinambungan merupakan perwujudan dari pertumbuhan ekonomi, sedangkan kemampuan menyediakan berbagai jenis barang itu sendiri merupakan tanda kematangan ekonomi di suatu negara.
  2. Perkembangan teknologi merupakan dasar atau prakondisi bagi berlangsungnya pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.
  3. Untuk mewujudkan potensi pertumbuhan yang terkandung di dalam teknologi baru, perlu diadakan serangkaian penyesuaian kelembagaan, sikap, dan ideologi. Inovasi dalam bidang teknologi harus dibarengi dengan inovasi dalam bidang sosial.

Mengapa suatu perekonomian dapat berkembang dengan cepat, tetapi terkadang tidak mengalami perkembangan? Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, adakalanya bergerak dengan cepat, namun terkadang bergerak dengan lambat. Hal ini dikarenakan ada faktor-faktor yang memengaruhinya. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi :

Barang Modal

Barang-barang modal adalah berbagai jenis barang yang digunakan untuk memproduksi output (barang dan jasa). Misalnya: mesin-mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya.

Teknologi

Selain barang-barang modal, teknologi juga berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi diberbagai negara terutama ditimbulkan oleh kemajuan teknologi.

Tenaga Kerja

Hingga saat ini, khususnya di negara yang sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang dominan. Penduduk yang banyak akan memperbesar jumlah tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara itu menambah jumlah produksi. Dengan demikian akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Sumber daya alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara.

Manajemen

Perekonomian dalam suatu negara akan berkembang pesat apabila dikelola dengan baik. Sistem pengelolaan inilah yang dinamakan manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah serta jumlah penduduk yang besar, apabila potensi yang ada dikelola dengan baik maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kewirausahaan

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah seseorang yang mampu dan berani untuk mengambil risiko dalam melakukan suatu usaha guna memperoleh keuntungan. Peranan wirausahawan dalam memajukan perekonomian telah terbukti dari masa ke masa. Wirausahawan dalam melakukan investasi akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan output nasional, dan meningkatkan penerimaan negara berupa pajak.

Informasi

Salah satu syarat agar pasar berfungsi sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien adalah adanya informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat menunjang pertumbuhan ekonomi karena pelaku-pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

Dalam pertumbuhan ekonomi, tentu saja ada hambatan sehingga pertumbuhan ekonomi tersebut berkembang menjadi lebih lambat. Salah satunya yaitu pertumbuhan penduduk. Pada suatu negara, negara berkembang misalnya, pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi terhambat, otomatis pembangunan ekonominya pun ikut terhambat. Mengapa? Karena umumnya, dengan bertambahnya jumlah penduduk di suatu negara berkembang, maka tingkat beban ketergantungan (Dependency Ratio) negara tersebut akan semakin tinggi jika dibandigkan dengan negara maju. Jumlah penduduk yang produktif harus menanggung lebih banyak tanggungan dikarenakan meningkatnya jumlah penduduk yang tidak produktif. Otomatis tingkat pengangguran pun akan tinggi karena jumlah lapangan pekerjaan yang kurang memadai dan hal tersebut akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian jangka panjang dan menjadi kenyataan yang selalu dialami oleh suatu bangsa. Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi menimbukan dua efek penting, yaitu kemakmuran atau taraf hidup masyarakat meningkat dan penciptaan kesempatan kerja baru karena semakin bertambahnya jumlah penduduk.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat pula meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat meningkat sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dengan begitu, terwujudlah kesejahteraan masyarakat dalam bentuk pendapatan. Namun, apakan hanya dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat maka dapat ditarik kesimpulan pula bahwa hal tersebut dapat menjamin kesejahteraan masyarakat seutuhnya? TIDAK. Mengapa?

Menurut pendapat saya, bukan saja dalam hal ekonomi yang dapat dijadikan tolak ukur dalam menentukan kesejahteraan suatu negara. Bila tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut meningkat namun tidak diikuti dengan meningkatnya tingkat pendidikan, kesehatan dan sumber daya manusia, maka hal tersebut tidak bisa dibilang kesejahteraan. Karena menurut saya, kesejahteraan bukan hanya harus dipenuhi secara ekonomi, namun harus diperhatikan pula faktor-faktor lainnya.





Sumber :

Tugas 6

April 30, 2015

Perdagangan Internasional




Perdagangan antarnegara atau yang lebih dikenal dengan perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antara negara yang satu dengan negara yang lain. Perdagangan antarnegara sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dahulu, namun dalam praktiknya, masih dalam ruang lingkup dan jumlah yang terbatas. Perdagangan antarnegara sendiri terjadi karena setiap negara masing-masing memiliki beberapa perbedaan, misalnya perbedaan sumber daya alam, iklim, penduduk, sosial poliktik dll. Dari perbedaan tersebut, maka timbullah rasa saling membutuhkan dan menguntungkan satu dengan yang lain sehingga terjadilah proses transaksi yang dikenal dengan Perdagangan Internasional. Perdagangan antarnegara sendiri memiliki beberapa keuntungan antara lain :
a. Memperoleh barang dan jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri.
b. Persaingan mendorong terciptanya kemajuan teknologi.
c. Dapat memperluas pasar.
d. Meningkatkan penerimaan negara melalui bea masuk maupun bea keluar.
e. Mempererat hubungan dengan negara lain.

Perdagangan antar negara sangat dibutuhkan baik oleh negara yang sudah maju maupun negara yang sedang berkembang karena hal itu akan dapat mempercepat proses pembangunannya. Namun terkadang, perdagangan antarnegara menemui beberapa hambatan, seperti hambatan tarif, hambatan quota, hambatan dumping, dan embargo.

Hambatan Tarif (Tarif Barrier)

Hambatan tarif atau Tarif Barrier adalah suatu kebijakan proteksionis terhadap barang-barang produksi dalam negeri dari ancaman membanjirnya barang-barang sejenis yang diimpor dari luar negeri. Tarif adalah hambatan perdagangan yang berupa penetapan pajak atas barang-barang impor atau barang-barang dagangan yang melintasi daerah pabean (custom area). Sementara itu, barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk.  Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang.  Dengan pengenaan bea masuk yang besar, pendapatan negara akan meningkat sekaligus membatasi permintaan konsumen terhadap produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik.Contoh kasusnya yaitu saat kita hendak membeli suatu kosmetik yang di produksi oleh negara lain. Pada website kosmetik tersebut, harga kosmetik yang kita inginkan adalah Rp 338.000 (sudah dirupiah-kan) Namun saat barang tersebut di jual di Indonesia, harga barang tersebut menjadi lebih mahal (bahkan bisa amat sangat mahal) dikarenakan pajak yang dikenakan pada kosmetik tersebut. Tambahan biaya itulah (yang berupa pajak) yang merupakan hambatan tarif yang digunakan Indonesia agar masyarakat tetap menggunakan kosmetik produksi dalam negeri.

Hambatan Kuota (Quota Barrier)

Kuota adalah bentuk hambatan perdagangan yang menentukan jumlah maksimum suatu jenis barang yang dapat diimpor dalam suatu periode tertentu. Hampir sama seperti tarif, pengaruh diberlakukannya kuota mengakibatkan harga-harga barang impor menjadi tinggi karena jumlah barang yang terbatas. Dengan demikian, diberlakukannya kuota dapat melindungi barang-barang dalam negeri dari persaingan barang luar negeri. Contoh kasusnya yaitu Amerika Serikat telah melakukan pembatasan kuota impor minyak dari tahun 1959 hingga 1973.

Dumping

Dumping adalah kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara dengan cara menjual barang ke luar negeri lebih murah daripada dijual di dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Pada praktiknya, ini dinilai tidak fair karena dapat merusak pasar dan merugikan produsen pesaing di negara pengimport. Mengapa tidak fair? Karena bagi negara pengimpor, praktik dumping akan menimbulkan kerugian bagi dunia usaha atau industri barang sejenis dalam negeri, dengan terjadinya banjir barang-barang dari pengekspor yang harganya jauh lebih murah daripada barang dalam negeri akan mengakibatkan barang sejenis kalah bersaing, sehingga pada akhirnya akan mematikan pasar barang sejenis dalam negeri, yang diikuti munculnya dampak ikutannya seperti pemutusan hubungan kerja massal, pengganguran dan bangkrutnya industri barang sejenis dalam negeri. Contoh dari negara yang menganut politik dumping yaitu China. China melakukan politik dumping dengan beberapa tujuan seperti untuk menguasai pasar suatu negara, mencapai target pemasaran yang telah direncanakan, cuci gudang barang, dan membuat warga negara tersebut menjadi ketergantungan dengan produk murah China. Dan Indonesia merupakan korban dari politik dumping yang di lakukan oleh China tersebut. 

Embargo

Embargo secara umum adalah pembatasan apa pun dalam perdagangan luar negeri. Dalam praktiknya, embargo lebih banyak mengacu pada pembatasan ekspor untuk penjualan ke negara lain tertentu. Tidak seperti hambatan tarif dan hambatan kuota yang melindungi produsen dalam negeri dari persaingan, embargo dimaksudkan untuk menghukum negara tujuan ekspor. Positifnya dari embargo adalah negara tersebut dapat belajar memproduksi kebutuhan negaranya dengan mandiri tanpa bergantung dengan negara lain. Negatifnya adalah negara tersebut akan mempunyai hubungan yang buruk dengan negara yang di embargo. Salah satu contoh embargo adalah yang pernah diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan ABRI di Timor Timur.

Pemberlakuan hambatan-hambatan diatas tentunya memiliki tujuan. Namun, tujuan utama sebuah negara menerapkan hambatan tersebut adalah untuk melindungi negaranya itu sendiri. Melindungi dari banjirnya produk luar negeri yang dapat mematikan produksi dalam negeri, melindungi negara dari ketergantungan masyarakatnya akan produk-produk luar negeri, melindungi negara agar masyarakatnya tidak menjadi masyarakat yang konsumtif, dan melindungi negara dari adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional.



Sumber :


Tugas 5

April 24, 2015

Teori Ekonomi dan Sistem Ekonomi



Terdapat 2 jenis teori ekonomi, yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Yang akan pertama dibahas yaitu ekonomi mikro.
Kata mikro berasal dari bahasa Latin “micros” yang berarti kecil. Jadi ekonomi mikro merupakan penjelasan dari variable ekonomi yang lebih kecil seperti konsumsi, investasi dan tabungan. Ekonomi mikro sering di sebut sebagai teori harga (Price Theory). Dalam teori ini terutama di bahas tentang aliran barang dan jasa dari sector perusahaan ke sector rumah tangga, aliran factor produksi dari rumah tangga ke perusahaan, komposisi dari aliran-aliran tersebut dan bagaimana terciptanya harga. Pelaku dari ekonomi mikro sendiri ada 3, yaitu :
a.       Pemilik Faktor Produksi.
Sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.
b.      Konsumen
Konsumen sendiri memiliki peran antara lain :
·         Menyediakan faktor-faktor produksi bagi produsen
·         Sebagai penerima imbalan jasa dari penggunaaan faktor-faktor produksi.
·         Konsumen sebagai pemakai, mengurangi dan menghabiskan barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup. Dalam hal ini konsumen berperan sebagai pemakai barang-barang produksi.
·         Sebagai penyalur barang dan jasa. Dalam hal ini konsumen berperan sebagai distributor
·         Membayar pajak kepada pemerintah atau negara.
c.       Produsen
Produsen memilki peran antara lain :
·         Penghasil barang dan jasa.
·         Konsumen jasa-jasa produkstif dari konsumen, berupa tenaga kerja, usaha, tanah untuk modal dan tenaga ahli sebagai pemimpin perusahaan.
·         Membayar jasa-jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi kepada konsumen berupa pembayaran upah dan sewa.
·         Mengelola faktor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi barang dan jasa.
·         Agen pembangunan. Setiap perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bagi pemilik modal tetapi bertanggung jawab atas kesejahteraan karyawan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
·         Menerima pendapatan atas penjualan barang dan jasa yang telah diproduksi
·         Membayar pajak kepada negara. Seperti konsumen, pajak juga dibebankan sebagian kepada produsen sebagai kompensasi kepada Negara.

Yang kedua yaitu ekonomi makro.
Ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Dengan demikian hubungan kausal yang dipelajari dalam ekonomi makro, pada intinya adalah hubungan antar variabel-variabel ekonomi agregatif (secara keseluruhan), seperti tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, pengeluaran konsumsi rumah tangga, saving (tabungan), investasi nasional, tingkat bunga, jumlah uang yang beredar, neraca pembayaran, stok kapital nasional, utang pemerintah dan sebagainya.
Pelaku-pelaku ekonomi makro ada 4, yaitu :
a.       Rumah Tangga Produksi (Produsen)
Rumah tangga produksi disebut juga produsen (perusahaan) yang melakukan kegiatan ekonomi sesuai bidang usahanya. RTP kaitannya dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan, mempunyai beberapa peran berikut ini.
·         Sebagai Produsen
RTP sebagai produsen memproduksi barang dan jasa dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat atau RTK. Karena memproduksi barang dan jasa, RTP membutuhkan faktor-faktor produksi dari RTK, sehingga RTP juga berperan sebagai pengguna faktor produksi.
·         Sebagai Konsumen
Untuk melakukan kegiatan produksinya RTP melakukan kegiatan konsumsi yaitu membeli faktor-faktor produksi dari RTK. RTP membayar balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang disediakan oleh RTK.
b.      Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen)
Badan-badan yang melakukan kegiatan konsumsi. RTK mempunyai beberapa peran berikut ini.
·         Sebagai Produsen
Rumah tangga konsumsi adalah pemilik berbagai faktor produksi yang menyediakan sumber-sumber daya (tenaga, tanah, gedung, dan lain-lain) untuk rumah tangga produsen.
·         Sebagai Konsumen
Rumah tangga konsumsi sebagai pemilik faktor produksi akan mendapatkan balas jasa dari rumah tangga produksi atas penggunaan sumber-sumber daya yang disediakan. Balas jasa ini merupakan pendapatan rumah tangga konsumsi yang digunakan untuk mengonsumsi barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
c.       Pemerintah
Pemerintah sebagai pelaku ekonomi juga mempunyai peran seperti RTK dan RTP. Berikut ini beberapa peran pemerintah.
·         Sebagai Produsen
Pemerintah sebagai produsen, memproduksi barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat umum dengan cara menguasai cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak melalui badan-badan usaha milik negara. Contoh produksi pesawat terbang yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia, produksi pupuk Petrokimia di Gresik, industri semen di Cibinong, Bogor, dan Gresik.
·         Sebagai Konsumen
Pemerintah dalam menjalankan kegiatan produksinya membutuhkan barang dan jasa, tenaga kerja, peralatan untuk keperluan pendidikan, kesehatan, administrasi kantor pemerintah, senjata untuk keperluan pertahanan dan keamanan, dan sebagainya.
·         Sebagai Pengatur dan
Pengendali Pemerintah berperan sebagai pengatur dan pengendali kegiatan perekonomian negara dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Kebijakan-kebijakan itu misalnya menurunkan tingkat pengangguran dan tingkat inflasi, menciptakan keseimbangan neraca pembayaran, dan sebagainya. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap kegiatankegiatan yang dilakukan oleh RTK dan RTP agar melakukan kegiatan yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.
d.      Masyarakat Luar Negeri
Masyarakat luar negeri juga mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang kegiatan perekonomian yang dijalankan oleh negara. Kegiatan perekonomian yang dilakukan dengan masyarakat luar negeri ini menimbulkan arus barang dan jasa yaitu ekspor impor dan arus uang masuk dan keluar (kurs valas). Dari kegiatan ini pendapatan pemerintah akan bertambah karena memperoleh devisa.

Kemudian mengenai sistem perekonomian yang cocok untuk Indonesia, menurut saya sistem perekonomian yang cocok yaitu Sistem Ekonomi Pancasila. Sebenarnya, Indonesia sudah menerapkan sistem ekonomi campuran ini dan inilah sistem ekonomi yang paling tepat. Mengapa?
Kita tahu bahwa perekonomian Indonesia itu pernah berganti-ganti. Mulai dari masa kemerdekaan hingga saat ini, dimana perekonomian Indonesia pernah berubah sampai tiga kali.
Sistem yang pertama ini merupakan sistem ekonomi yang dikuasai pemilik modal atau orang mempunyai keuangan yang lebih, sehingga mereka pemilik modal semakin kaya. Sistem perekonomian ini bebas dari kontrol Negara dan diterapkan sesuai keinginan sang pemilik modal dalam mengatur tanpa diatur oleh pemerintah sedikitpun.Sistem yang digunakan Indonesia saat itu adalah sistem kapitalis. Namun sayangnya, sistem inidianggap tidak menguntungkan rakyat sehingga sistem ini pun diganti.
Sistem perekonomian kedua ini membuat semua hal yang berkaitan dengan keuangan dikontrol oleh Negara. Sistem ini berbeda dengan sistem kapitalis, dimana sistem ini membuat perekonomian dikontrol dengan rapi oleh Negara. Sistem kedua perekonomian Indonesia disebut dengan sistem sosialis atau disebut dengan sistem ekonomi etatisme.
Setelah cukup lama Indonesia  menerapkan sistem ekonomi sosialis, Indonesia merasa tidak bagus dan tidak cocok untuk bangsa Indonesia yang kemudian meninggalkannya dan menggantinya. Kemudian  Indonesia mulai menerapkan sistem perekonomian Pancasila


Source :


TUGAS 4

April 17, 2015

Inflasi



Apa itu Inflasi? 
Secara umum, inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Contoh kasus inflasi :
Naiknya harga BBM. Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia sedang mengalami masalah dengan naiknya harga BBM. Ini dikarenakan permintaan BBM di masyarakat  yang meningkat sementara penyediaan barang malah menurun. Naiknya harga BBM di indonesia diawali oleh naiknya harga minyak dunia. yang membuat pemerintah tidak dapat menjual BBM kepada masayarakat dengan harga yang sama dengan harga sebelumnya, karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN untuk subsidi minyak menjadi lebih tinggi. Maka pemerintah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM.

Jika dilihat dari pengertian dan beberapa kasus yang terjadi, inflasi sepertinya selalu memilki efek negatif di dalam perekonomian. Namun, apakah betul inflasi selalu berdampak buruk dan menimbulkan kerugian? Jawabannya adalah TIDAK. Tidak selamanya inflasi selalu merugian. Seperti hal-hal pada umumnya, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Contohnya : Harga tanah atau properti lainnya yang meningkat setiap tahunnya diakibatkan inflasi. Dengan semakin menurunnya nilai mata uang rupiah dan semakin tingginya kebutuhan tanah/properti maka hal tersebut akan mempercepat naiknya harga aset tersebut. Demikian juga dengan nilai emas.

Inflasi sudah menjadi istilah yang sangat umum bagi seseorang yang berkecimpung di dunia keuangan. Tapi untuk sesorang yang belum terbiasa dengan dunia keuangan kemungkinan belum bisa menghubungkan perubahan tingkat inflasi dengan investasi. Apakah ada huungannya antara inflasi dengan investasi? Ya, ada.

Banyak yang tidak sadar bahwa efek perubahan tingkat inflasi itu cukup besar terhadap semua pasar. Termasuk pada investasi. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi investasi :
Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota.
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
Kondisi sarana dan prasarana.
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain : jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.

Sumber :    




Tugas 3

April 10, 2015

Kemiskinan



Secara etimologis, “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik, mendefinisikan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Orang disebut miskin jika dalam kadar tertentu sumber daya ekonomi yang mereka miliki di bawah target atau patokan yang telah ditentukan. Untuk mengatakan jika seseoarang tersebut berada dalam kemiskinan atau tidak, terdapat sebuah batas yang disebut dengan garis kemiskinan. Garis kemisikinan sendiri memiliki definisi yaitu tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain.

Tentunya, kemiskinan tidak terjadi dengan sendirinya. Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan kemiskinan dan ini saling berhubungan. Faktor pertama yaitu : pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak terkendali. Seperti yang kita ketahui bahwa jumlah masyarakat di dunia setiap tahunnya selalu bertambah. Namun sayangnya, itu semua tidak diikuti dengan semakin meningkatnya kemapanan ekonomi suatu negara. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan yang harus ditanggung oleh penduduk yang bekerja tersebut. Ditambah lagi upah yang kecil sehingga mengakibatkan penduduk tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan akhirnya mereka hidup dibawah garis kemiskinan. Faktor yang kedua memiliki hubungan dengan faktor pertama yaitu : jumlah lapangan kerja yang sedikit. Jumlah penduduk yang sangat banyak ditambah dengan jumlah lapangan kerja yang sedikit makin memperparah faktor kemiskinan. Dari kombinasi 2 faktor kemiskinan ini melahirkan kembali 1 faktor kemiskinan lain, yaitu faktor ketiga : Pengangguran. Banyaknya penduduk yang tidak mendapatkan pekerjaan diakibatkan jumlah lapangan kerja yang sedikit sehingga mengakibatkan meningkatnya pengangguran disekitar kita. Kemudian faktor keempat yaitu : tingkat pendidikan yang rendah. Dengan rendahnya tingkat pendidikan ini, maka kualitas seseorang tersebut otomatis juga rendah. Tidak adanya keterampilan, wawasan lebih, dan ilmu pengetahuan menjadikan keterbatasan seseorang untuk hidup lebih maju.  Padahal, dengan ilmu pengetahuan, masyarakat dapat lebih memahami kebutuhan yang dibutuhkan di masyarakat dan dapat menciptakan sesuatu yang berguna dan menghasilkan penghasilan tentunya. Faktor yang kelima yaitu : Kurangnya perhatian dari pemerintah. Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor kemiskinan. Misalnya pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang dapat mengendalikan tingkat kemiskinan penduduk di negaranya.
Dari beberapa faktor kemiskinan diatas, tentunya memiliki dampak terhadap suatu negara. Dampak pertama yaitu : tingkat kriminalitas yang semakin meningkat. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga rela melakukan apapun meskipun caranya salah. Ditambah dengan bekal iman dalam agama yang kurang, maka hal ini akan semakin meningkat di masyarakat. Dampak kedua yaitu : banyak anak-anak yang putus sekolah. Dikarenakan biaya pendidikan yang semakin meningkat, orang tua dari anak yang berasal dari keluarga tak mampu tidak sanggup untuk membayar biaya tersebut. Akibat putus sekolah, hilanglah kesempatan rakyat miskin untuk mecapai cita-cita mereka dan menambah keterampilan mereka yang dapat menjadi sumber penghasilan mereka kelak. Dampak ketiga yaitu : tingkat kesehatan yang menurun. Dampak ini terjadi akibat rakyat miskin susah untuk mendapatkan makanan yang bergizi. Ditambah lagi dengan biaya rumah sakit ataupu klinik yang belum tentu dapat dijangkau oleh rakyat miskin. Jika hal ini dibiarkan, maka akan meningkatkan tingkat gizi buruk di negara tersebut dan meningkatnya penyebaran penyakit. Dampak keempat yaitu : semakin terpuruknya ekonomi suatu bangsa. Hal ini terjadi akibat banyaknya rakyat yang tidak berpenghasilan sehingga menurunkan tingkat ekonomi bangsa. Misal, penurunan pendapatan negara melalui pajak penghasilan dikarenakan banyanya pengangguran. Dampak kelima yaitu : buruknya tingkat generasi penerus suatu bangsa. Dampak ini merupakan dampak yang paling berbahaya dari kemiskinan. Bayangkanlah jika ada seorang anak kecil yang tidak melanjutkan sekolahnya, lalu bekerja demi mendapatkan sesuap nasi, tidur di pinggir jalan, kemudian terpaksa melakukan tindak kriminal demi memenuhi kebutuhannya yang lain. Mau dibawa kemana masa depan suatu bangsa jika bibit-bibit penerusnya saja, yang seharusnya mendapatkan hak untuk bersekolah, hak untuk mendapatkan makanan yang bergizi cukup, hak untuk menikmati masa kecil yang bahagia tanpa harus memusingkan bagaimana cara untuk mencari uang, tidak dapat merasakan hal-hal tersebut? Sungguh ironis.

Namun, dampak-dampak dari kemiskinan diatas tentunya memiliki solusi yang dapat diterapkan di kehidupan bermasyarakat dan diharapkan dapat mengurangi tingkat kemiskinan. Solusi tersebut antara lain :
  1. Meningkatkan jumlah lapangan kerja, sehingga masyarakat yang menganggur mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya dengan mendirikan industri yang bersifat padat karya di daerah yang memiliki tingkat penganggura tinggi.
  2. Mengadakan pelatihan kerja. Ini berfungsi agar masyarakat miskin dapat meningkatkan skill yang mereka miliki.
  3. Mendirikan sekolah-sekolah gratis yang diperuntukan untuk masyarakat tidak mampu sehingga pendidikan bukan lagi menjadi alasan seseorang untuk tetap hidup dibawah garis kemiskinan.
  4. Meningkatkan anggaran untuk memberantas kemiskinan oleh pemerintah. Namun, peningkatan anggaran ini juga harus disertakan rencana-rencana yang matang agar anggaran tersebut tidak terbuang sia-sia dan dapat tepat sasaran.
  5. Merubah pola pikir masyarakat untuk tidak selalu mencari pekerjaan namun membuat lapangan kerja. Ini penting karena dengan begitu, rakyat miskin tidak perlu bergantung kepada penyedia lapangan kerja karena mereka mampu membuat lapangan kerja sendiri.
  6. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan.
  7. Menarik minat pengangguran dengan menaikkan upah minimum sehingga mereka berhasrat untuk bekerja.

Source :
https://saefakipratiwi.wordpress.com/2012/03/08/dampak-kemiskinan/
http://imanarsyad.blogspot.com/2012/03/pengertian-kemiskian-dampak-akibat-dan.html
http://fact4win.blogspot.com/2013/09/10-dampak-bahaya-akibat-kemiskinan.html
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS